Archive for November, 2006

Apa Manfaat Nonton Bioskop Buat Kesehatan?

Tuesday, November 28th, 2006

Apa Manfaat Nonton Bioskop Buat Kesehatan?
                           
                         
               
               
                  JAWABAN.com
- Pecinta film komedi? Berbahagialah. Karena ternyata menikmati film
komedi sangat baik untuk kesehatan jantung, begitulah hasil penelitian
terbaru.

Tim
peneliti dari Universitas Maryland, AS meneliti 20 orang dewasa sehat
untuk menyaksikan 15-30 menit film sedih dan porsi yang sama untuk film
komedi dua hari kemudian. Salah satu film komedi yang ditonton ialah
film komedi Ben Stiller dan Cameron Diaz “There’s Something About Mary”.

Ternyata
pada saat mereka menonton film komedi, 19 dari 20 orang tersebut
mengalami peningkatan dalam aliran darah mereka sehingga menjadi lebih
lancar. Secara mengejutkan, cara kerja film komedi pada tubuh ketika
penontonnnya tertawa dan terhibur, kuang lebih sama dengan cara kerja
sebuah obat untuk perawatan jantung bernama ed statins.

Namun
ketika film yang diputar adalah film perang yang mengandung kesedihan
seperti “Saving Private Ryan”, maka efek yang terjadi ialah sebaliknya.

Menurut tim ini, tertawa spontan sambil menonton dapat membuat
arteri melebar. Sedangkan stress karena film sedih bisa membuat arteri
penyempit. Perbedaan lebar arteri itu sampai lebih dari 50%.Bahkan
menurut tim, menyaksikan film komedi setara dengan melakukan latihan
aerobik. Karena itu pemimpin penelitian Dr Michael Miller menyarankan
para penikmat film komedi untuk tidak beralih hobi.

Selama
studi, para peserta diminta untuk tidak mengkonsumsi alkohol, minum
vitamin atau obat-obatan apapun (tidak juga yang tradisional), tidak
olahraga atau melakukan apapun yang dapat mempengaruhi aliran darah.

Pengukuran
aliran darah diambil sebelum menonton dan satu menit setelah menonton.
Yang diambil ialah aliran darah dari pundak ke siku yang dapat menjadi
indikator dari aliran darah seluruh tubuh.

Para
peneliti makin yakin bahwa kondisi yang bahagia sangat berpengaruh
untuk membuat orang sembuh dari sakit separah apapun, terutama
menyangkut jantung. Penelitian selanjutnya kan dilakukan, namun untuk
sementara mereka menyarankan: go have yourself a good laugh in the movie theatre and be healthy!
(joe)

                              

Sumber: bbc

Gangguan Insomnia, Dapatkah Disembuhkan?

Tuesday, November 28th, 2006

Gangguan Insomnia, Dapatkah Disembuhkan?
                           
                         
               
               
                  JAWABAN.com
- JAKARTA - Suatu ketika datanglah seorang klien hendak
mengonsultasikan permasalahan hidupnya, yakni “kesulitan tidur” atau insomnia.
Sebut saja pasien tersebut berinisial FS, laki-laki, usia tiga puluhan
tahun, karyawan suatu perusahaan, dan tinggal di kota J. Dalam
keluhannya, FS senantiasa tidak dapat membujuk dirinya untuk tidur
rata-rata hingga jam 03.00. Jika sudah mencapai sekitar jam 24.00 maka
kondisi badan terasa semakin segar, enteng, dan tidak ada kantuk sama
sekali.

FS
mengaku bahwa gangguan susah tidur tersebut sudah berjalan kurang lebih
satu tahun lalu dan sangat mengganggu aktivitas hidupnya. Padahal FS
sudah berupaya sedemikian rupa termasuk menggunakan obat, namun malah
semakin tidak mempan. Selanjutnya, berdasarkan fakta demikian, dapatkah
kiranya gangguan tidur semacam kasus FS tersebut disembuhkan?

Penyebab

Sebenarnya gejala gangguan tidur – sementara kalangan mengatakan bukanlah suatu penyakit, akan tetapi hanya sebuah rambu-rambu bahwa penderita memiliki problematika psikis atau penyakit fisik. Demikian dikatakan dalam sebuah jurnal Psychology Today, Juni 1986.
Jadi, gangguan tidur tidak lebih hanya sebuah indikator yang mencuat di
permukaan bahwa yang bersangkutan memiliki sejumlah penyakit yang harus
diobati.

Terhadap faktor penyebab gangguan tidur, maka banyak
ahli mengatakan pada umumnya disebabkan oleh banyak hal. Dalam
pandangan Dr. Nino Murcia, yang sudah belasan tahun memimpin klinik
Insomnia di Stanford AS mengatakan bahwa “belum pernah menemukan gangguan tidur yang hanya disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan banyak faktor”. Dalam temuan para ahli setidaknya ada empat faktor penyebab insomnia yakni predisposisi psikologis dan biologis, penggunaan obat-obatan dan alkohol, lingkungan yang mengganggu, serta kebiasaan buruk.

Faktor
psikologis dan biologis. Kedua faktor tersebut kadangkala menyatu
menjadi bentuk psikosomatik, yakni persoalan psikologis berdampak
terhadap biologis dan sebaliknya (psiko = kejiwaan; soma = dinding, tubuh).
Misalnya, bagi seseorang yang jantungnya mudah berdebar-debar lebih
cepat dan suhu tubuhnya lebih hangat dari biasanya maka
berkecenderungan untuk susah tidur. Jika tertidur maka akan sensitif
untuk bangun (light sleeper). Di samping itu, sejumlah penyakit fisik
juga menjadi aspek pencetus gangguan insomnia, misalnya asma, rematik, maag, ginjal, dan thyroid.

Secara khusus, faktor psikologis juga memegang peran utama terhadap kecenderungan insomnia ini. Hal ini disebabkan oleh ketegangan pikiran seseorang terhadap sesuatu yang kemudian mempengaruhi sistem saraf pusat (SSP)
sehingga kondisi fisik senantiasa siaga. Misalnya, ketika seseorang
sedang memiliki problematika pelik di lingkungan kantor, maka jika
ambang psikologisnya rendah akan menyebabkan fisik susah diajak
kompromi untuk tidur. Di sini faktor kecemasan, ketegangan, dan
ketidakpastian hidup menyebabkan gangguan insomnia. Kiranya fakta
semacam ini sesuai dengan hasil penelitian di sebuah klinik insomnia “Baylor College of Medicine, USA” bahwa penderita insomnia cenderung dilatarbelakangi oleh kecemasan.

Dampak

Tentu saja gangguan insomnia akan memiliki dampak negatif dalam kehidupan individu yang bersangkutan :

Pertama, akan mengurangi daya tahan tubuh sehingga berpeluang terhadap munculnya sejumlah penyakit.
Sebab, tubuh manusia diciptakan sedemikian sempurnanya – yang secara
alamiah telah diatur sebuah metabolisma fisik yang akan mempengaruhi
kesehatan. Fisik dan mental seseorang akan sehat jika terdapat
keteraturan antara terjaga dan tidur.

Bukankah tidur juga
berfungsi terhadap penataan kembali keseimbangan fisik setelah sekian
lamanya terjaga dan terjadi kecapekan kerja. Sebab dengan adanya tidur maka tubuh akan memproses untuk mengurangi asam laktat yang berfungsi terakumulasinya kecapekan.
Itulah kiranya jika seseorang tidurnya normal maka ketika bangun tidur
akan terasa segar kembali yang disebabkan asam laktat tersebut telah
terminimalisasi. Sebaliknya jika seseorang mengalami kurang tidur maka
asam laktat belum juga hilang secara sempurna sehingga ketika terjaga –
badan masih terasa sakit.

Kedua, susah tidur akan berpengaruh terhadap stabilitas emosi sehingga mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari.
Dalam hal ini jika seseorang dalam lingkungan kerja, maka akan
menurunkan tingkat motivasi, konsentrasi, ketelitian, kreativitas dan
produktivitas kerjanya. Demikian juga terhadap aktivitas lainnya akan
mengalami gangguan misalnya dalam belajar-mengajar, menyelesaikan
tugas, dan interaksi sosial. Bahkan dampak insomnia ini akan memudahkan
seseorang untuk menderita stres. Hal ini cukup beralasan, sebab
sebagaimana dikatakan di atas, insomnia hanya merupakan gejala
penampakan dari luar bahwa seseorang memiliki penyakit yang harus
diobati (jurnal Psychology Today, Juni 1986).

Solusi

Pada
akhirnya, untuk menjawab kasus insomnia tersebut di atas, juga yang
dialami oleh FS maka ada beberapa hal yang disarankan untuk dilakukan.

Pertama, penderita insomnia harus pergi ke dokter terlebih dahulu.
Hal ini sangat penting untuk mendeteksi apakah yang bersangkutan
memiliki gangguan penyakit fisik yang berdampak terhadap gangguan
tidur. Sebab sebagaimana dikatakan di atas bahwa terdapat penyakit
fisik tertentu yang menyebabkan gangguan insomnia. Jika demikian adanya
maka pengobatan dilakukan dengan terapi fisik.

Kedua, jangan mudah menggunakan obat tidur tanpa berdasarkan anjuran dokter.
Jika hal ini dilakukan maka justru insomnia akan tetap resistan. Dalam
hal ini perlu diingat bahwa di kalangan terapis justru senantiasa
berusaha menghindari penggunaan obat-obatan. Sebab, pemakaian obat
tidur acapkali hanya sebagai pereda sementara, sehingga jika habis
waktu berlakunya maka yang bersangkutan akan kembali insomnia.

Ketiga, hindari mengonsumsi barang-barang terlarang, semacam minuman keras, narkotika, dsb. Sebab hal tersebut akan mengganggu fungsi organ tubuh dan persarafan secara normal.

Keempat, lakukan makan atau minum secara wajar, baik dari kualitas, kuantitas, maupun waktunya.
Hindari minum kopi saat menjelang jam tidur, sebab kopi mengandung
unsur kofein sehingga merangsang saraf untuk sulit tidur. Hindari makan
terlalu kenyang atau terlalu sedikit, karena hal tersebut akan
menyebabkan perut merespons secara tidak normal.

Kelima, aturlah lingkungan kamar tidur secara efektif dan efisien,
termasuk lampu tidur yang memenuhi syarat. Sebab kondisi lingkungan
tertentu, semisal suara bising, lampu sangat terang, akan mengganggu
konsentrasi tidur.

Keenam, jika penderita insomnia
memang telah mengetahui bahwa penyebabnya adalah aneka problematika
kehidupan maka selesaikan terlebih dahulu secara sempurna
.
Berpikirlah rasional bahwa “Sepanjang hayat dikandung badan” manusia
mesti memiliki problem. Hadapilah dan selesaikan permasalahan hidup
seara proporsional dengan penuh usaha, sabar dan tawakal.

Ketujuh, jika akan tidur maka lakukan niat yang kuat dan relaksasi fisik serileksnya.
Yakinkan dalam pikiran bahwa Anda memang benar-benar berniat akan tidur
dan istirahat. Berdoalah dan pasrahlah semoga lancar tidur dan bermimpi
indah. Setelah tubuh terbaringkan maka posisi tubuh dilemaskan
selemas-lemasnya, kosongkan pikiran dari pemikiran lain. Jika tersirat
pemikiran sesuatu maka yakinkan bahwa hal tersebut akan diselesaikan
besok sesuai jadwal. Yakinkan bahwa “setiap persoalan mesti dapat
diselesaikan sesuai waktu dan tempatnya, malam ini saya tidur dan
segala persoalan akan saya selesaikan besok.”

Jika
langkah-langkah tersebut dicoba untuk dilakukan, maka yakinlah gangguan
insomnia dapat disembuhkan. Selamat mencoba dan selamat tidur. (nat)

                              

Sumber: Baiturokhim – sinarharapan.co.id

Mengenal Fobia dan Panic Attack

Tuesday, November 28th, 2006

Mengenal Fobia dan Panic Attack
                           
                         
               
               
                  JAWABAN.com
- Rasa panik merupakan bagian yang penting dari sistem pertahanan
tubuh. Tetapi, seringkali hal ini menjadi lebih serius, contohnya
ketakutan yang tidak rasional atau pun panic attack.

Di
saat tertentu, seseorang dapat merasa panik dengan alasan yang tepat.
Misalnya, apabila sebuah mobil tiba-tiba melaju dengan kecepatan tinggi
pada saat kita sedang menyeberang jalan. Merasa panik dalam situasi
seperti itu adalah normal. Kita dapat tiba-tiba berlari dengan kencang.

Tetapi,
bagaimana bila kejadian sehari-hari yang tidak berbahaya juga
mendatangkan respon yang sama? Atau lebih buruk lagi, apabila Anda
mengalami kepanikan tanpa alasan yang jelas dan tanpa ada tanda-tanda
sebelumnya? Meski terdapat beberapa orang yang menikmati rasa takutnya
– misalnya dengan menaiki roller-coaster, sebagian lainnya
bahkan tidak mengerti mengapa mereka merasa takut atau apakah serangan
kecemasan yang mereka alami akan mereda.

Fobia yang Umum
Fobia terjadi karena berbagai alasan. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat memacunya:
• pergi ke dokter gigi
• terbang
• darah
• fobia sosial
agoraphobia (takut akan ruang terbuka).

Ketika
seseorang dengan fobia bertemu dengan hal yang mereka takuti – atau
tahu bahwa mereka akan merasa takut – mereka mengembangkan
gejala-gejala kecemasan fisik tertentu. Kecemasan terdiri dari
sekumpulan gejala dan tiap orang memiliki pola gejala yang berbeda.

Bagi
banyak orang, hal ini cukup untuk membuat mereka benar-benar
menghindari apa pun yang mereka takuti sepanjang hidup mereka. Tetapi
terkadang, hal itu tidak dapat dihindari dan orang tersebut terpaksa
masuk ke dalam situasi yang mereka takuti. Contohnya, seseorang (fobia
dokter gigi) tidak pergi ke dokter gigi selama bertahun-tahun, padahal
sebenarnya ia sangat membutuhkan perawatan gigi atau seseorang (fobia
darah) yang mengalami kecelakaan. Apabila demikian, rasa panik sering
terjadi.

Kata ‘sering’ sangat penting dalam hal ini – rasa
panik bukanlah sesuatu yang dapat diperkirakan dan tidak selalu
terjadi. Banyak orang dengan fobia mengagetkan diri mereka sendiri
dengan melewati situasi yang biasanya membuat mereka takut, sekalipun
mereka tetap merasa tidak senang.

Gejala-Gejala Panic Attack
Bagi mereka yang merasa panik, gejalanya adalah sebagai berikut.
• Jantung berdebar kencang
• Kesulitan mengatur napas
• Dada terasa sakit
• Wajah memerah dan berkeringat
• Merasa sakit
• Gemetar
• Pusing
• Mulut terasa kering
• Merasa perlu pergi ke toilet
• Merasa lemas

Pengalaman
ini dapat terjadi dengan sangat cepat sampai seseorang bahkan merasa
bahwa mereka sedang mengalami serangan jantung. Meskipun, kekuatiran
ini justru rasa panik itu sendiri.

Beberapa orang dapat juga
merasa bahwa reaksi tubuh mereka sangat ekstrim dan sangat tidak
terkontrol. Bahkan, mereka merasa hanya sebagai pengamat dari apa yang
terjadi pada tubuh mereka sendiri.

Meskipun mereka tidak
menjelaskan pengalaman di luar tubuh, mereka mendeskripsikan perasaan
seolah-olah terpisah dari apa yang sedang terjadi. Atau seolah-olah
seluruh situasi yang mereka alami tidak lah nyata.

Hal ini mengacu pada ‘depersonalisasi’. Kata itu terdengar lebih melegakan dibanding serangan panic attack, padahal hal itu bahkan lebih tidak menyenangkan.

Terdapat sekelompok orang lainnya yang mengalami panic attack
secara spontan. Hal ini biasanya dihubungkan dengan kecemasan umum –
gejala ini dapat memuncak apabila terus menerus berlangsung. Tetapi, panic attack
juga dapat terjadi pada saat yang tidak terduga. Apabila hal ini
terjadi, ketakutan dapat terbangun kembali bila terjadi situasi yang
sama dan dapat mengarah menjadi suatu fobia atau kecemasan umum.

Seberapa banyak orang yang mengalami fobia atau panic attack?
Beberapa
jenis fobia lebih umum daripada yang lain. Lebih dari 10 % orang per
tahunnya mengalami ketakutan untuk terbang (dengan pesawat), takut
pergi ke dokter gigi atau takut melihat darah. Hal itu merupakan fobia
yang umum.

Fobia sosial lebih jarang terjadi, mempengaruhi sekitar 25 dari 1.000 orang setiap tahunnya. Agoraphobia terjadi pada sekitar 30 dari 1.000 orang setiap tahunnya dan jumlah itu meningkat tajam di antara kaum wanita. Panic attack mempengaruhi sekitar 10-30 dari 1000 orang dalam setahun – lagi-lagi, terjadi lebih banyak di antara wanita.

Apa yang dapat saya lakukan untuk menolong diri sendiri?
Langkah
pertama adalah dengan menghentikan siklus yang telah terbangun.
Mempelajari teknik relaksasi adalah sebuah cara yang baik untuk
melakukan hal ini. Tubuh Anda secara insting dapat terpacu – hal itu
bukanlah respon yang kita pelajari – dan relaksasi harus secara sadar
dipelajari.

Terdapat dua tipe latihan relaksasi – ‘pikiran yang terarah’ (guided fantasy) dan ‘tekanan otot’ (muscle tension). Relaksasi bukanlah penyelesaian masalah yang cepat. Seperti keahlian lainnya, hal ini hanya dapat tercapai dengan latihan.

Anda
dapat menggunakan diagram pemantauan pikiran untuk mengukur apa yang
terjadi di pikiran Anda dan seberapa panik Anda dalam situasi fobia.
Kemudian, lakukan teknik relaksasi, coba untuk mengurangi kecemasan
Anda dalam situasi fobia. Semua ini juga membutuhkan latihan.
(rad)

                              

Sumber: www.bbc.co.uk

8 Misteri Otak

Tuesday, November 28th, 2006

8 Misteri Otak
                           
                         
               
               
                  JAWABAN.com
                              - 1. Bagaimana memori terbentuk
Misalnya
anda bertemu teman baru. Pertama kali melihatnya, anda langsung
menyerap semua informasi yang anda lihat: panjang rambutnya, suaranya,
bau sabun yang dipakai, dsb. Ketika anda mulai bicara padanya, hippocampus,
bagian berbentuk kuda laut di cuping temporal otak anda, telah mengubah
semua stimuli eksternal itu ke memori. Semua memori potensial ini
memang harus melalui ‘gerbang’ itu sebelum berakar di memori anda.

Hippocampus hanyalah tempat penyimpanan awal menuju ke sebuah proses
yang jauh lebih kompleks. Setelah memori sudah diproses, maka akan
disembunyikan kedalam berbagai komponen sensor dan didistribusikan ke
otak. Jika anda mengingat teman baru anda tadi atau melihat wajahnya,
maka komponen-komponen tadi akan terkumpul kembali.

2. Efek alkohol pada otak
Alkohol bisa menyebabkan amnesia sementara dengan cara mengganggu kemampuan hippocampus menciptakan memori.

3. Mengapa anda tidak ingat ketika dilahirkan
Sesuatu
yang traumatis seperti saat ketika kita dilahirkan mestinya bisa
meninggalkan jejak di memori anda. Tapi ternyata tidak. Rata-rata kita
bisa mengingat paling lama ke usia 5 tahun. Mengapa? Menurut sebagian
ahli, ketika kita belajar bicara, kita tidak bisa kagi mengakses memori
di waktu kita belum bisa bicara. Ada juga yang mengatakan bahwa dibawah
usia 5, tingkat myelin kita sangat rendah. Myelin adalah saraf
pelindung yang membantu konduksi signal otak. Akibatnya, memori dibawah
5 tahun tidak bertahan.

4. Siapa lebih unggul, otak atau komputer
Persaingan terus terjadi, namun percayalah bahwa hingga kini
otak anda masih menang. Otak kita memiliki 1000- kali memori lebih
banyak dari komputer tercanggih sekalipun (minimal sampai tahun 2020).
Tidak seperti komputer yang menyimpan info dalam lokasi spesifik, otak
manusia menyebar memori ke berbagai saraf. Karena itu kehilangan satu
saraf tidak akan mempengaruhi memori secara keseluruhan.

5. Tentang amnesia
Lupakan
apa yang anda lihat di opera sabun. Amnesia total seperti yang anda
sering lihat di serial tv sangat jarang terjadi. Jika terjadipun, itu
karena trauma priskologis yang luar biasa berat, bukan karena terpukul
benda keras. Terpukul benda keras bisa menyebabkan sebuah kondisi
amnesia tertentu yang bisa membuat orang lupa dalam jangka waktu
tertentu. Misalnya anda berkenalan dengan orang, lalu anda pergi.
Sepuluh menit kemudian anda datang lagi dan dia sudah melupakan anda.

6. Mengapa anda ingat cara bersepeda
Ketika
seorang anak belajar naik sepeda, dia sedang membuat 2 set memori. Yang
pertama yaitu memori eksplisit yang merekam hal-hal seperti warna
sepeda dan senangnya bisa bersepeda tanpa ditemani. Yang satu lagi
ialah implisit memori, yang merekam semua kegiatan organ tubuh atau
mekanikal tubuh dalam menggayung sepeda. Ketika memori eksplisit gagal,
memori implisit akan terus ada.

7. Mengapa anda sering kehilangan kunci
Tidak
mungkin untuk mengingat setiap detail dari apapun yang terjadi dalam
kehidupan kita. Jadi otak membuat generalisasi dari semua itu. Misalnya
apel. Selain mengingat setiap apel yang kita pernah makan seumur hidup,
otak menciptakan gambaran umum tentang apel: keras, enak, merah atau
hijau. Hal yang sama terjadi pada kunci anda. Misalnya anda sudah
menyimpan gambaran umum bahwa laci adalah tempat anda menyimpan kunci.
Jadi jikalau anda menaruhnya di tempat lain, anda bisa mengalami
kesulitan karena tidak sama dengan formula di otak anda.

8. Ketika mulai banyak lupa
Pada
dasarnya, penuaan adalah alasan paling umum bagi manusia untuk
kehilangan memori. Anda bisa menjadi sulit menyimpan info baru seperti
nama orang, misalnya. Satu-satunya
cara melawan ini ialah dengan mendapat pertolongan dari penglihatan
anda. Penglihatan mempengaruhi 60% kerja otak. Jadi kalau ingin
mengingat nama orang, coba mengingatnya dengan cara membayangkan
wajahnya. Karena itu, sejak pertama mengenal, carilah cara
menghubungkan nama dan keunikan wajah orang tersebut.

Intinya, otak kita memang punya daya kerja yang sangat unik. Hargai dan peliharalah dengan baik!
(fis)

                              

Sumber: msn