Kuasa Dari Menjadi Diri Sendiri
Saturday, April 14th, 2007Kuasa Dari Menjadi Diri Sendiri
JAWABAN.com
- Di tengah-tengah kehidupan kita menemukan bahwa sering "lebih aman"
bagi kita memilih untuk "menutupi diri" daripada harus membuka
keberadaan kita, baik itu pendirian, perasaan, maupun kelemahan dan
kesalahan kita. Penyebabnya, karena tidak jarang dari kita yang
mengalami luka akibat penolakan yang dilakukan oleh lingkungan kita
masing-masing, baik itu di dalam rumah tangga, keluarga, sekolah,
kampus, maupun tempat kerja kita. Kita menemukan bahwa lingkungan kita
seringkali tidak seramah yang kita harapkan atau inginkan. Akibatnya,
menutup diri dan tidak jarang "berpura-pura", merupakan alternatif yang
lebih aman yang sering kita pakai untuk menghadapi suatu keadaan yang
tidak menyenangkan.
Melalui
tulisan ini, saya ingin anda mengerti bahwa ada suatu kekuatan yang
sangat besar yang mampu menyentuh dan mempengaruhi kehidupan orang lain
sedemikian dalam, yaitu pada saat anda menjadi dirimu sendiri.
Ada
suatu istilah yang dikenal di dalam dunia kepemimpinan, mengenai
kekuatan dari suatu pengaruh yang sangat besar yang dapat diberikan
oleh seorang pemimpin kepada lingkungannya. Istilah tersebut ialah kata
"authentic" yang berasal dari bahasa Yunani kuno "authentikos".
Kamus Webster memberikan definisi untuk kata tersebut sebagai berikut:
asli (not false or imitation, original), murni (genuine). Selain itu
definisi yang diberikan oleh The Ethics Center for Engineering and
Science dari Massachussetts Institute of Technology (MIT) untuk kata
"authentic" adalah "tidak adanya kemunafikan" atau "membohongi diri
sendiri" (the absence of hypocrisy or self-deception) yang lebih lanjut juga dijelaskan oleh kamus Webster sebagai tidak munafik (genuine, not being a hypocrite). Kata munafik (hypocrite)
sendiri berarti "berpura-pura, meniru" atau "bertindak seolah-olah"
untuk sesuatu (kebiasaan, nilai, atau karakter) yang orang tersebut
sebenarnya tidak miliki.
Mazmur 26:4 berkata, “Aku tidak duduk dengan penipu, dan dengan orang munafik aku tidak bergaul."
Sebaliknya saya percaya akan kuasa dari kesaksian kehidupan kita "apa
adanya" yang akan Tuhan pakai untuk menyentuh kehidupan banyak orang
lain.
Kepemimpinan bukanlah hanya mengenai suatu posisi yang
dimiliki seseorang, melainkan pengaruh yang orang tersebut berikan,
baik positif maupun negatif. Seorang pemimpin yang sejati, asli, murni,
atau authentic adalah seseorang yang hidup dengan membiarkan orang lain
membaca kehidupannya seperti suatu buku yang terbuka, tanpa ketakutan
untuk menunjukkan semua keberadaannya, baik kekuatan, kelemahan, maupun
kesalahan yang dibuatnya.
Pengaruh
terbesar yang dapat diberikan seorang pemimpin kepada orang yang
dipimpinnya bukanlah melalui kesempurnaannya, melainkan melalui
perubahan yang ditunjukkannya.
“Being real, being human, being yourself, the first step in becoming a true leader.”(fis)
Sumber: jpcc - Jose Carol
Oleh
"Kalau
Anda
Sedangkan